Puisi B.J. Habibie untuk Istri (Ainun)

9 07 2013

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.

Karena aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya.

Dan kematian adalah sesuatu yang pasti.

Dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.

Pada air mata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang.

Pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada.

Aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira akulah kekasih yang baik bagimu sayang.

Tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.

Mana mungkin aku setia padahal memang kecendrunganku adalah mendua. Tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia. Kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

SELAMAT JALAN. Kau dari-Nya dan sekarang kembali pada-Nya. Kau dulu tiada untukku dan sekarang kembali tiada.

SELAMAT JALAN SAYANG. Cahaya mataku, penyejuk jiwaku.

SELAMAT JALAN CALON BIDADARI SURGAKU.

Untuk yang ku cinta. Bidadari Surgaku, AINUN.

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: