Identifikasi Sub-Sub Sektor Pertanian Pendukung Pariwisata

31 03 2012

Wisatawan selama di daerah tujuan wisata Bali melakukan berbagai pengeluaran
(konsumsi), seperti untuk akomodasi, makanan dan minuman, perjalanan, melihat atraksi
budaya, pembelian cendramata dan lain-lain. Pengeluaran ini akan “ditangkap” oleh
sektor-sektor ekonomi, sehingga menjadi pendapatan sektor-sektor ekonomi tersebut. Ini
disebut efek langsung (direct effects) pengeluaran wisatawan. Namun peningkatan pendapatan sektor-sektor ekonomi meningkatkan permintaan input yang berasal dari
output sektor-sektor ekonomi lain seperti pertanian, industri, industri kerajinan, jasa
transportasi dan sebagainya. Dengan demikian, peningkatan pendapatan sektor-sektor
ekonomi yang satu, akan mendorong peningkatan produktivitas sektor-sektor ekonomi
yang lain. Peningkatan output sektor-sektor ekonomi produksi selanjutnya akan
meningkatkan balas jasa faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi, sehingga
meningkatkan pendapatan pemilik faktor produksi. Selanjutnya peningkatan pendapatan
faktor produksi akan mendorong peningkatan pendapatan pemilik faktor produksi yaitu
rumahtangga dan perusahaan.


Ini disebut efek tidak langsung (indirect effects) pengeluaran
Situasi Internal
Situasi Eksternal
STRENGTH (S)
Identifikasi faktor-faktor
kelemahan
WEAKNESS (W)
Identifikasi faktor-faktor
kekuatan
OPPORTUNITY (O)
Identifikasi faktorfaktor peluang
STRATEGI SO
Ciptakan strategi yang
menggunakan kekuatan
untuk memanfaatkan
peluang
STRATEGI WO
Ciptakan strategi yang
meminimalkan kelemahan
untuk memanfaatkan
peluang
THREAT (T)
Identifikasi faktorfaktor ancaman
STRATEGI ST
Ciptakan strategi yang
menggunakan kekuatan
untuk mengatasi ancaman
STRATEGI WT
Ciptakan strategi yang
meminimalkan kelemahan
dan menghindari ancaman
10

wisatawan. Peningkatan pendapatan rumahtangga atau masyarakat akan mendorong
peningkatan konsumsi masyarakat, selanjutnya mendorong peningkatan pendapatan
masyarakat lainnya dan memperluas kesempatan kerja. Ini disebut efek yang didorong
(induced effects) dari pengeluaran wisatawan. Indirect effects dan induced effects disebut
secondary effects, dan efek pengganda (multiplier effects) wisatawan mengukur total
effects (directs plus secondary) yang dihasilkan dari tambahan pengeluaran wisatawan.
Peningkatan aktivitas produksi sektor-sektor ekonomi yang terkait langsung atau tidak
langsung dengan pariwisata akan menciptakan dan memperluas lapangan kerja. Ini yang
disebut dengan keterkaitan penciptaan kesempatan kerja (employment linkages).
Selanjutnya akan meningkatkan balas jasa faktor produksi yang digunakan dalam proses
produksi, sehingga meningkatkan pendapatan pemilik faktor produksi. Selanjutnya
peningkatan pendapatan faktor produksi akan mendorong peningkatan pendapatan pemilik
faktor produksi yaitu rumahtangga dan perusahaan. Ini disebut efek tidak langsung
(indirect effects) pengeluaran wisatawan. Peningkatan pendapatan rumahtangga atau
masyarakat akan mendorong peningkatan konsumsi masyarakat, selanjutnya mendorong
peningkatan pendapatan masyarakat lainnya dan memperluas kesempatan kerja. Ini
disebut efek yang didorong (induced effects) dari pengeluaran wisatawan. Indirect effects
dan induced effects disebut secondary effects, dan efek pengganda (pengganda effects)
wisatawan mengukur total effects (directs plus secondary) yang dihasilkan dari tambahan
pengeluaran wisatawan. Peningkatan aktivitas produksi sektor-sektor ekonomi yang terkait
langsung atau tidak langsung dengan pariwisata akan menciptakan dan memperluas
lapangan kerja. Ini yang disebut dengan keterkaitan penciptaan kesempatan kerja
(employment linkages).
Melalui efek pengganda (pengganda effects) dan efek menyebar (spread effects),
pengeluaran wisatawan di Bali telah menjadi mesin penggerak perekonomian Bali, bahkan
ikut menggerakkan perekonomian propinsi berdekatan melalui permintaan produk-produk
kebutuhan masyarakat Bali dan wisatawan yang diproduksikan di propinsi tersebut,
misalnya bahan pangan dari Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Menggunakan data empirik regional dan nasional untuk menguji logika empirik,
maka Antara (1999) mengkonstruksi perekonomian makro Bali 1996 dengan model Social
Accounting Matrix (SAM). Dari hasil analisis pengganda SAM Bali diperoleh efek
pengeluaran wisatawan di Bali tahun 1996 adalah 3,743, yang terdiri dari pengganda
neraca faktor sebesar 0,752 (tenagakerja = 0,253 dan modal = 0,499), pengganda neraca
institusi sebesar 0,788, dan pengganda neraca sektor produksi sebesar 2,203 (tabel 2).
11

Namun Erawan (1994) menemukan efek pengganda pariwisata Bali tahun 1984 sebesar 1,2
dan tahun 1994 meningkat menjadi 1,5. Sedangkan Sceto melaporkan bahwa pengganda
pariwisata di Bali tahun 1994 sebesar 2,0.Perbedaan nilai-nilai ini tampaknya disebabhkan
perbedaan penggunaan metodologi, ketersediaan data dan waktu penelitian.
Tabel 2. Efek Pengganda Umum Pengeluaran Wisatawan terhadap Pendapatan Neraca
Regional Bali 1996
No Neraca Pengeluaran Wisatawan
Pengganda Elastisitas
1 Tenagakerja 0.253 0.346
2 Modal 0.499 0.354
Total Faktor Produksi (1-2) 0.752
Kelompok Pengeluaran Rumahtangga (3-7): 0.752
3 0,079), subsektor perkebunan terkait
lemah (0,012 Kehutanan/hasil-hasilnya terkait lemah (0,007 lemah (0,0180,079), yang mengindikawsikan bahwa sektor pertanian di Bali memiliki
ketekaitan erat dengan pariwisata (dalam pengertian pengeluaran wisatawan). Jadi, posisi
sektor pertanian di Bali dalam kancah kepariwisataan adalah relatif penting, karena
pertanian dengan berbagai jenis produknya dibutuhkan oleh wisatawan maupun sektorsektor ekonomi yang terkait dengan pariwisata. Pada kelompok sektor produksi tanaman
pangan, sub-sub sektor buah-buahan memiliki pengganda terbesar, kemudian diikuti oleh
sub-subsektor sayur-sayuran dengan pengganda sebesar 0,031. Demikian pula jika ditinjau
resposifitas sub-sub sektor pada sektor pertanian, maka sub-sub sektor yang responsif
terhadap peningkatan pengeluaran wisatawan yaitu, jagung, sayur-sayuran, buah-buahan, 14

peternakan dan hasil-hasilnya. Misalnya, sub-subsektor sayur-sayuran memiliki elastisitas
sebesar 2.047, artinya setiap peningkatan pengeluaran wisatawan sebesar 1% akan diikuti
oleh peningkatan permintaan output sub-sub sektor sayur-sayuran sebesar 2,05% (neraca
12). Ini mengindikasikan bahwa kedua sub-subsektor ini berperan menunjang sektor
pariwisata di Bali. Produk sayur-sayuran dan buah-buah diusahakan oleh UKM. Pada
segmen produksi diusahakan oleh usaha kedil petani dan pada segmen pemasaran, baik ke
pasar tradisional, swalayan maupun hotel/restoran diusahakan oleh para pedagang atau
pemasok kecil. Sebelum merumuskan strategi dan program pemberdayaan UKM sayursayuran, maka terlebih dahulu diidentifikasi jenis dan kuantitas sayuran yang dibutuhkan
oleh hotel/restoran di Bali.

Sumber :
http://ejournal.unud.ac.id/abstrak/(3)%20soca-bagussurya-ukm%20pertanian(1).pdf

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: