TUGAS 5

19 11 2011

EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI ANGGOTA

• Efek-efek ekonomis koperasi

• Efek harga dan efek biaya

• Analisis hubungan efek ekonomis dengan

keberhasilan koperasi

• Penyajian dan analisis neraca pelayanan

Efek-Efek Ekonomis Koperasi

Salah satu hubungan penting yang harus dilakukan

koperasi adalah dengan para anggotanya, yang

kedudukannya sebagi pemilik sekaligus pengguna

jasa koperasi.

Motivasi ekonomi anggota sebagi pemilik akan

mempersoalkan dana (simpanan-simpanan) yang

telah di serahkannya, apakah menguntungkan atau

tidak. Sedangkan anggota sebagai pengguna akan

mempersoalkan kontinuitas pengadaan kebutuhan

barang-jasa, menguntungkan tidaknya pelayanan

koperasi dibandingkan penjual /pembeli di luar

koperasi.

Pada dasarnya setiap anggota akan berpartisipasi

dalam kegiatan pelayanan perusahaan koperasi :

1.Jika kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhannya

2. Jika pelayanan itu di tawarkan dengan harga, mutu

atau syarat-syarat yang lebih menguntungkan di

banding yang di perolehnya dari pihak-pihak lain di

luar koperasi.

Efek Harga dan Efek Biaya

Partisipasi anggota menentukan keberhasilan koperasi.

Sedangkan tingkat partisipasi anggota di pengaruhi

oleh beberapa faktor diantaranya : Besarnya nilai

manfaat pelayanan koperasi secara utilitarian

maupun normatif.

Motivasi utilitarian sejalan dengan kemanfaatan

ekonomis. Kemanfaatan ekonomis yang di maksud

adalah insentif berupa pelayanan barang-jasa oleh

perusahaan koperasi yang efisien, atau adanya

pengurangan biaya dan atau di perolehnya harga

menguntungkan serta penerimaan bagian dari

keuntungan (SHU) baik secara tunai maupun dalam

bentuk barang.

Bila dilihat dari peranan anggota dalam koperasi yang

begitu dominan, maka setiap harga yang ditetapkan

koperasi harus di bedakan antara harga untuk

anggota dengan harga untuk non anggota.

Perbedaan ini mengharuskan daya analisis yang

lebih tajam dalam melihat peranan koperasi dalam

pasar yang bersaing.

Analisis Hubungan Efek Ekonomis dan Keberhasilan koperasi

Dalam badan usaha koperasi, laba (profit) bukanlah satu-satunya

yang di kejar oleh manajemen, melainkan juga aspek pelayanan

(benefit oriented). Di tinjau dari konsep koperasi, fungsi laba

bagi koperasi tergantung pada besar kecilnya partisipasi

ataupun transaksi anggota dengan koperasinya. Semakin tinggi

partisipasi anggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat yang

di terima oleh anggota.

Keberhasilan koperasi di tentukan oleh salah satu faktornya adalah

partisipasi anggota dan partispasi anggota sangat berhubungan

erat dengan efek ekonomis koperasi yaitu manfaat yang di

dapat oleh anggota tsb.

 

Penyajian dan Analisis Neraca Pelayanan

Di sebabkan oleh perubahan kebutuhan dari para anggota dan

perubahan lingkungan koperasi, terutama tantangantantangan

kompetitif, pelayanan koperasi terhadap anggota

harus secara kontinu di sesuaikan.

Ada dua faktor utama yang mengharuskan koperasi meningkatkan

pelayanan kepada anggotanya.

1. Adanya tekanan persaingan dari organisasi lain (terutama

organisasi non koperasi).

2. Perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat perubahan

waktu dan peradaban. Perubahan kebutuhan ini akan

menentukan pola kebutuhan anggota dalam mengkonsumsi

produk-produk yang di tawarkan oleh koperasi.

Bila koperasi mampu memberikan pelayanan yang

sesuai dengan kebutuhan anggota yang lebih besar

dari pada pesaingnya, maka tingkat partisipasi

anggota terhadap koperasinya akan meningkat.

Untuk meningkatkan pelayanan, koperasi

memerlukan informasi-informasi yang datang

terutama dari anggota koperasi.

EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DI LIHAT DARI SISI PERUSAHAAN

 

• Efektivitas Koperasi

• Efisiensi Perusahaan Koperasi

• Analisis Laporan Keuangan

Efisiensi Perusahaan Koperasi

Tidak dapat di pungkiri bahwa koperasi adalah badan usaha yang

kelahirannya di landasi oleh fikiran sebagai usaha kumpulan orangorang

bukan kumpulan modal. Oleh karena itu koperasi tidak boleh

terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya, meskipun tujuan

utamanya melayani anggota.

• Ukuran kemanfaatan ekonomis adalah adalah manfaat ekonomi dan

pengukurannya di hubungkan dengan teori efisiensi, efektivitas

serta waktu terjadinya transaksi atau di perolehnya manfaat

ekonomi.

• Efesiensi adalah: penghematan input yang di ukur dengan cara

membandingkan input anggaran atau seharusnya (Ia) dengan input

realisasi atau sesungguhnya (Is), jika Is < Ia di sebut (Efisien)

Di hubungkan dengan waktu terjadinya transaksi/di

perolehnya manfaat ekonomi oleh anggota dapat di bagi

menjadi dua jenis manfaat ekonomi yaitu :

(1) Manfaat ekonomi langsung (MEL)

(2) Manfaat ekonomi tidak langsung (METL)

MEL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota

langsung di peroleh pada saat terjadinya transaksi

antara anggota dengan koperasinya.

METL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota

bukan pada saat terjadinya transaksi, tetapi di peroleh

kemudian setelah berakhirnya suatu periode tertentu

atau periode pelaporan keuangan/pertanggungjawaban

pengurus & pengawas, yakni penerimaan SHU anggota.

• Manfaat ekonomi pelayanan koperasi yang di terima

anggota dapat di hitung dengan cara sebagai berikut:

TME = MEL + METL

MEN = (MEL + METL) – BA

• Bagi suatu badan usaha koperasi yang melaksanakan

kegiatan serba usaha (multipurpose), maka besarnya

manfaat ekonomi langsung dapat di hitung dengan cara

sebagai berikut :

MEL = EfP + EfPK + Evs + EvP + EvPU

METL = SHUa

Efisiensi Perusahaan / Badan Usaha Koperasi:

1. Tingkat efisiensi biaya pelayanan BU ke anggota

(TEBP) = Realisasi Biaya pelayanan

Anggaran biaya pelayanan

= Jika TEBP < 1 berarti efisien biaya

pelayanan BU ke anggota

2. Tingkat efisiensi biaya usaha ke bukan anggota

(TEBU) = Realisasi biaya usaha

Anggaran biaya usaha

Jika TEBU < 1 berarti efisien biaya usaha

Efektivitas Koperasi

• Efektivitas adalah pencapaian target output yang di ukur

dengan cara membandingkan output anggaran atau

seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau

sungguhnya (Os), jika Os > Oa di sebut efektif.

• Rumus perhitungan Efektivitas koperasi (EvK) :

EvK= Realisasi SHUk + Realisasi MEL

Anggaran SHUk + Anggaran MEL

= Jika EvK >1, berarti efektifI

Produktivitas Koperasi

Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas

input yang digunakan (I), jika (O>1) di sebut produktif.

Rumus perhitungan Produktivitas Perusahaan Koperasi

PPK = SHUk x 100 %

(1) Modal koperasi

PPK = Laba bersih dr usaha dgn non anggota x 100%

(2) Modal koperasi

(1) Setiap Rp.1,00 Modal koperasi menghasilkan SHU

sebesar Rp…..

(2) Setiap Rp.1,00 modal koperasi menghasilkan laba

bersih dari usaha dengan non anggota sebesar Rp….

Analisis Laporan Keuangan

Laporan keuangan koperasi selain merupakan bagian dari sistem

pelaporan keuangan koperasi, juga merupakan bagian dari laporan

pertanggungjawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi.

Dilihat dari fungsi manajemen, laporan keuangan sekaligus dapat

dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi.

Laporan keuangan koperasi pada dasarnya tidak berbeda dengan

laporan keuangan yang di buat oleh badan usaha lain. Secara

umum laporan keuangan keuangan meliputi (1) Neraca, (2)

perhitungan hasil usaha (income statement), (3) Laporan arus kas

(cash flow), (4) catatan atas laporan keuangan (5) Laporan

perubahan kekayaan bersih sbg laporan keuangan tambahan.

• Adapun perbedaan yang pertama adalah bahwa perhitungan hasil

usaha pada koperasi harus dapat menunjukkan usaha yang berasal

dari anggota dan bukan anggota. Alokasi pendapatan dan beban

kpd anggota dan bukan anggota pada perhitungan hasil usaha

berdasarkan perbandingan manfaat yang di terima oleh anggota

dan bukan anggota.

• Perbedaan yang kedua ialah bahwa laporan koperasi bukan

merupakan laporan keuangan konsolidasi dari koperasi-koperasi.

Dalam hal terjadi penggabungan dua atau lebih koperasi menjadi

satu badan hukum koperasi, maka dalam penggabungan tersebut

perlu memperhatikan nilai aktiva bersih yang riil dan bilamana perlu

melakukan penilaian kembali. Dalam hal koperasi mempunyai

perusahaan dan unit-unit usaha yang berada di bawah satu

pengelolaan, maka di susun laporan keuangan konsolidasi atau

laporan keuangan gabungan.

Sumber :

http://ocw.gunadarma.ac.id/course/economics/management-s1/ekonomi-koperasi/evaluasi-keberhasilan-koperasi-dilihat-dari-sisi

http://ocw.gunadarma.ac.id/course/economics/management-s1/ekonomi-koperasi/evaluasi-keberhasilan-koperasi-dilihat-dari-sisi-1

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: