KOORDINATOR PROGRAM BANTUAN SOSIAL

8 04 2011

TOR

Koordinator Program Bantuan Sosial

(Social Assistance Coordinator)

I.    Pendahuluaan

Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi kemiskinan di Indonesia. Kebijakan penanggulangan kemiskinan pada awal 80-an dan 90-an difokuskan pada instrument-instrumen makro. Sejak krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997 kebijakan tersebut kemudian dilengkapi dengan kebijakan yang menfokuskan pada masyarakat miskin. Beras untuk masyarakat miskin, asuransi untuk kelompok miskin, dan program-program transfer tunai yang dirancang di bawah sistem pemerintahan dengan kebijakan baru.

Administrasi pemerintahan saat ini bertujuan untuk melakukan percepatan penanggulangan kemiskinan. Dalam perencanaan jangka menengah dan jangka panjang, sasaran dari tingkat kemiskinan ditetapkan akan menjadi sebesar 8%-10% pada tahun 2014.

Dengan dukungan dari AusAID, GTZ, dan Negara-negara donor yang lain, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) kemudian didirikan. Tim ini berada di bawah koordinasi Wakil Presiden dan didukung oleh sebuah sekretariat eksekutif.

Sebuah unit ‘think tank’ telah dibentuk sebagai bagian inti dari sekretariat eksekutif ini. Ada beberapa kelompok kerja kecil di dalam unit. Bantuan Sosial berbasis Keluarga merupakan satu dari kelompok kerja-kelompok kerja yang ada (mengacu juga pada Cluster 1). Tugas utama dari kelompok kerja ini adalah meningkatkan efektivitas dari program bantuan sosial pemerintah saat ini dan untuk merancang serta merekomendasikan program-program baru dimana  terdapat kesenjangan dalam cakupan populasi yang rentan. (lihat lampiran A untuk Kerangka Acuan Kelompok Kerja ini). Kelompok Kerja ini dipimpin oleh seorang Koordinator dengan tugas-tugas serta tanggung jawab, kualifikasi dan persyaratan sebagai berikut.

II. Tugas-tugas dan Tanggung jawab

Koordinator Kelompok Kerja Bantuan Sosial mendukung Sekretaris Eksekutif  dari TNP2K untuk meningkatkan efektivitas  dari program-program bantuan sosial pemerintah dan merancang program-program baru yang diperlukan.  Tugas-tugas spesifiknya adalah:

Melakukan koordinasi antara anggota-anggota Kelompok Kerja Bantuan Sosial:

  • Mengadakan pertemuan-pertemuan kelompok kerja serta memimpin rapat yang diadakan secara teratur
  • Mempersiapkan semi rencana kerja tahunan bersama dengan anggota-anggota kelompok kerja
  • Melakukan supervisi terhadap staf kelompok kerja untuk memastikan bahwa kelompok sesuai dengan yang disebutkan dalam Kerangka Acuan Kelompok Kerja (sebagaimana dalam Lampiran A).

Mengembangkan saran kebijakan untuk disampaikan pada Sekretaris Eksekutif dalam rangka meningkatkan efektivitas program bantuan sosial pemerintah khususnya Program Keluarga Harapan (PKH):

  • Memantau, menyerap, dan mensitesiskan pelajaran-pelajaran dari literatur yang relevan untuk perlindungan sosial di Indonesia (seperti contoh: pengukuran kemiskinan, pemantauan dan evaluasi laporan, dsb)
  • Mengevaluasi program-program bantuan sosial saat ini
  • Menentukan kelemahan dari program-program bantuan sosial saat ini
  • Mempersiapkan dan merancang kebijakan atau aksi untuk meningkatkan efektivitas program-program
  • Mendiskusikan desain baru untuk program-program dengan para pemangku kepentingan yang lain (kementerian atau lembaga yang berkaitan)
  • Memberi perhatian pada penelitian-penelitian orisinil mengenai perlindungan sosial di Indonesia (Contoh: inisiatif yang muncul dari propinsi, kabupaten, kecamatan, mensosialisasikan kesuksesan dan persepsi penerima manfaat)
  • Melibatkan kementerian-kementerian pelaksana dalam pengembangan kebijakan pembangunan dan proses-proses rancangan
  • Mengajukan rekomendasi-rekomendasi untuk rancangan program baru kepada Sekretaris Eksekutif.

Meningkatkan Koordinasi dari Program-Program ini satu dengan yang lainnya, dengan program-program penanggulangan kemiskinan  dari dua cluster yang lain dan dengan program-program pembangunan di tingkat daerah:

  • Menentukan sinergi dan tumpang tindih antara program-program bantuan sosial dan program-program dari cluster-cluster yang lain serta menyediakan rekomendasi-rekomendasi kebijakan yang relevan.
  • Menyelenggarakan diskusi teratur dengan seluruh kelompok kerja yang lain
  • Menentukan bagaimana program bantuan sosial dapat sesuai dengan bentangan program-program penanggulangan kemiskinan serta peran apa yang cocok untuk dimainkan oleh mereka
  • Menjadi penghubung dengan kementerian-kementerian dan lembaga-lembaga pusat yang terlibat dalam penyediaan pelayanan sosial bagi rumah tangga miskin.
  • Melakukan supervisi bagi penerapan Instruksi Presiden.

Mengembangkan program-program bantuan sosial baru dimana ada kebutuhan yang jelas dan dukungan politik untuk melakukannya serta menentukan populasi yang layak (termasuk kelompok-kelompok rentan) bagi program-program bantuan sosial :

  • Melakukan kolaborasi dengan data unifikasi kelompok kerja untuk mengatur dan menganalisa data potensial keluarga-keluarga rentan atau miskin
  • Melakukan/mengawasi analisa untuk mengindentifikasi isu-isu kunci yang dihadapi oleh keluarga-keluarga rentan dan menentukan pendekatan pentargetan (kepada siapa program-program bantuan sosial ditujukan untuk dapat dicapai, untuk menentang hal yang bagaimana)
  • Mengindentifikasi kesenjangan dalam cakupan dan melakukan reformasi yang dimungkinkan untuk mengatasi kesenjangan dalam cakupan yang terjadi
  • Merancang dan mengajukan program-program baru atau modifikasi-modifikasi terhadap program-program yang telah ada untuk mengatasi kesenjangan cakupan
  • Mengembangkan laporan resmi yang menjelaskan mengenai langkah maju untuk program-program bantuan sosial individual dan melakukan supervisi untuk rencana tahunan
  • Mengembangkan strategi menyeluruh untuk bantuan sosial.

II.    Kualifikasi

Untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan tugas, koordinator diharapkan memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Tingkat Doktoral dalam bantuan sosial atau bidang lain yang relevan
  • Paling tidak memiliki pengalaman selama 5 tahun pada level posisi manajemen menengah atau atas
  • Mendemonstrasikan pengalaman dalam merumuskan kebijakan/strategi
  • Pengalaman kerja  yang kuat dalam bidang bantuan sosial
  • Pengetahuan yang baik mengenai program-program bantuan sosial di Indonesia, khususnya PKH
  • Pengetahuan yang baik dalam pengukuran dan analisa kemiskinan
  • Sedikitnya memiliki pengalaman 5 tahun dalam analisa kemiskinan
  • Fasih berbahasa Inggris dan Indonesia, dalam tulisan maupun lisan
  • Mampu mengoprasikan aplikasi computer dasar seperti word processing, excel, dan perangkat lunak presentasi
  • Mampu mengoperasikan perangkat lunak statistik
  • Tidak berkeberatan  melakukan perjalanan secara intensif ke seluruh wilayah Indonesia maupun luar negeri.

Hanya kandidat short-listed akan dikontak.

http://tnp2k.wapresri.go.id/karir/282-tor-koordinator-program-bantuan-sosial-social-assistance-coordinator.html

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: